Disaksikan Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Khofifah dan 7 Kepala Daerah Teken Kerja Sama Sampah Jadi Listrik

- Reporter

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama tujuh Bupati dan Wali Kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Adpim For Digitaljatim.com)

Disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama tujuh Bupati dan Wali Kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Adpim For Digitaljatim.com)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama tujuh Bupati dan Wali Kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (28/3/2026) malam.

Disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Kerja sama ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi bagian dari solusi besar kita untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah. Ini adalah transformasi dari problem menjadi potensi. Yang kemudian diharapkan menghadirkan lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan di Jatim,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, kolaborasi lintas daerah menjadi kunci dalam implementasi PSEL, sejalan dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.

“Di sinilah pentingnya kolaborasi. Baik di Surabaya Raya maupun Malang Raya, sinergi antar daerah menjadi kunci untuk menjawab keterbatasan sekaligus memperkuat kapasitas bersama,” katanya.

Dari sisi kapasitas pasokan, untuk kawasan Surabaya Raya, total sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari, yang berasal dari Kota Surabaya sebesar 600 ton per hari, Kabupaten Gresik 250 ton per hari, Kabupaten Sidoarjo 150 ton per hari, dan Kabupaten Lamongan 100 ton per hari. Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Sementara itu, untuk kawasan Malang Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.138,9 ton per hari, yang berasal dari Kabupaten Malang sebesar 600 ton per hari, Kota Malang sebesar 500 ton per hari, dan Kota Batu sebesar 38,09 ton per hari. Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

BACA JUGA  Talenta Prestasi Murid Jatim 2026 Dimulai, Gubernur Khofifah Dorong Siswa Raih Prestasi Global

Khofifah menegaskan, Pemprov Jawa Timur akan terus memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan optimal, mulai dari koordinasi, monitoring dan evaluasi, hingga fasilitasi penyelesaian kendala lintas daerah.

“Pemprov akan memastikan seluruh proses berjalan akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi, termasuk menyampaikan laporan secara berjenjang kepada pemerintah pusat,” jelasnya.

Lebih jauh, Khofifah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh kekuatan sinergi dan nilai-nilai kebersamaan. Serta keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin.

“Penandatanganan kerja sama ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ikhtiar lapangan harus disertai dengan ikhtiar batin. Saya selalu mengajak kita semua untuk membersamai antara ikhtiar dhohir dan ikhtiar batin, karena dari ikhtiar batin ini kita ingin menembus langit,” katanya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan capaian Jawa Timur dalam pengelolaan sampah menjadi yang tertinggi secara nasional. Bahkan, capaian tersebut jauh melampaui rata-rata nasional yang masih berada di kisaran 24,95 persen.

“Jawa Timur mencatatkan capaian pengelolaan sampah sebesar 52,7 persen. Ini tertinggi di Indonesia dibandingkan seluruh provinsi, bahkan nasional yang baru 24,95 persen. Artinya, apa yang dilakukan Jawa Timur ini melampaui capaian nasional. Ini prestasi yang sangat luar biasa,” tegasnya.

Menteri Hanif Faisol juga menyoroti penanganan praktik open dumping di Jawa Timur yang lebih baik dibandingkan capaian nasional.

“Secara nasional kita masih menyisakan sekitar 66 persen kabupaten/kota yang masih melakukan open dumping. Jawa Timur sudah lebih baik, tersisa sekitar 44,7 persen. Ini menunjukkan progres nyata,” jelasnya.

Ia pun mengajak daerah lain untuk menjadikan Jawa Timur sebagai rujukan dalam pengelolaan sampah nasional.

BACA JUGA  Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya

“Kami di Kementerian Lingkungan Hidup juga perlu banyak belajar dari Jawa Timur. Kami juga mengajak daerah lain untuk belajar dari Jawa Timur karena banyak praktik baik yang bisa direplikasi secara nasional. Jawa Timur ini bisa menjadi barometer pengelolaan sampah di Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gala Dinner di Grahadi, Gubernur Khofifah dan Gubernur Samarkand Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor
Hadapi Ancaman Kemarau 2026, Gubernur Khofifah Minta Bupati/Wali Kota Amankan Produksi Pangan
Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra dan Pelaku Bisnis Australia
Sampaikan LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Ungkap Capaian RKPD Jatim Tembus 98,33 Persen
Moncer! Wisatawan Jatim Capai 5,31 Juta Saat Lebaran, Gubernur Khofifah: Destinasi Favorit
Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Jadi Fokus, Gubernur Khofifah Bahas Kekeringan Bersama Kepala BNPB
Wagub Emil dan Arumi Halalbihalal di Trenggalek, Perkuat Silaturahmi dan Dongkrak Ekonomi Daerah
Jaga Ekosistem Pesisir, 1.200 Mangrove Ditanam di Kenjeran Park Dipimpin Gubernur Khofifah

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 06:01 WIB

Gala Dinner di Grahadi, Gubernur Khofifah dan Gubernur Samarkand Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Kamis, 2 April 2026 - 23:10 WIB

Hadapi Ancaman Kemarau 2026, Gubernur Khofifah Minta Bupati/Wali Kota Amankan Produksi Pangan

Rabu, 1 April 2026 - 15:17 WIB

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra dan Pelaku Bisnis Australia

Senin, 30 Maret 2026 - 19:19 WIB

Sampaikan LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Ungkap Capaian RKPD Jatim Tembus 98,33 Persen

Senin, 30 Maret 2026 - 09:52 WIB

Moncer! Wisatawan Jatim Capai 5,31 Juta Saat Lebaran, Gubernur Khofifah: Destinasi Favorit

Berita Terbaru